KEGIATAN PEMBELAJARAN 2 Ragam Informasi sebagai Bahan Teks Editorial
KEGIATAN PEMBELAJARAN 2
Ragam Informasi
sebagai Bahan Teks Editorial
A.
Tujuan Pembelajaran
Setelah
kegiatan pembelajaran 2 ini diharapkan kalian mampu menyeleksi ragam informasi sebagai
bahan teks editorial
B.
Uraian Materi
Setelah
kalian menguasai apa yang telah dipaparkan di pembelajaran 1, maka
lanjutan materi di pembelajaran 2
adalah dari sudut pandang penulis. Ketika penulis tajuk/ editorial memiliki
kemampuan menyeleksi ragam informasi untuk dibuat teks editorial, dalam hal ini redaksi sebuah koran harus memiliki
kemampuan mengenali hal yang sedang terbarui,
viral, aktual, faktual.
Begitu juga dengan kalian akan mempelajari menyeleksi ragam informasi tersebut.
Menyeleksi Ragam Informasi sebagai Bahan Teks Editorial
Pada penjelasan sebelumnya, kamu sudah mengetahui bahwa teks editorial
membahas permasalahan yang terjadi (berita)
yang aktual, fenomenal, dan kontroversial. Artinya,
penulis teks editorial akan memulainya dengan cara mendata peristiwa-peristiwa yang berkembang di masyarakat. Peristiwa-peristiwa tersebut dapat berupa peristiwa pendidikan, politik, hukum, ekonomi,
sosial, budaya, pertanian, lahan, hutan, laut, dan sebagainya, baik di level nasional maupun global. Peristiwa-peristiwa itu kemudian diklasifikasi ke dalam beberapa
kelompok berdasarkan keterjadiannya (aktualitas), keluarbiasaannya
(fenomenal), dan keterbantahannya (kontroversial). Jika ukuran-ukuran tersebut
sudah terpenuhi, editorial
dapat dibuat oleh redaktur.
Sebagai sebuah media massa, daya tarik sebuah opini akan menentukan publik menerima untuk
membacanya atau tidak. Artinya, daya tarik atau dapat juga disebut "daya jual" menjadi sangat penting
diperhatikan saat redaktur membuat teks editorial. Keuntungan bagi pembaca, mereka akan dapat mengetahui secara persis isu-isu
yang berkembang disertai pemahaman yang memadai. Tentulah
pemahaman ini dapat dijadikan suatu dasar berpijak
di dalam menanggapi
persoalan-persoalan yang muncul serta solusi yang dapat ditawarkan. Misalnya, bagi penulis opini atau pengambil
kebijakan atau para pengusaha, dan sebagainya.
Dengan demikian ragam informasi
dalam teks editorial telah menjadi bagian penting yang diperhatikan oleh redaksi sebuah media cetak maupun elektronik untuk dijadikan bahan penulisan teks editorial itu
sendiri, dengan demikian cermatilah teks berikut untuk mendalami Mengidentifikasi isi, pendapat,
ragam, dan menyimpulkan informasi dalam teks
editorial.
Langkah - langkah menyeleksi ragam informasi dalam
teks editorial yaitu
sebagai
berikut:
1.
Yang pertama
harus menyiapkan naskah yang ingin di baca,
2. Yang berikut berilah
tanda menggunakan stabilo
pada bagian yang di anggap
itu penting,
3.
Bacalah naskah
berkali – kali, minimal dua kali,
4. Jangan lupa untuk mencatat ide pokok pada setiap paragraf, dan yang terakhir
5.
Disarankan untuk
membaca kembali naskah
dan membuat kesimpulan.
Teks editorial merupakan
suatu teks yang berisi pendapat pribadi pada suatu isu yang terjadi. Isu tersebut bisa saja masalah
ekonomi, masalah politik,
atau masalah sosial.
teks editorial berhubungan dengan isu,
isu yang menjadi perbincangan publik. Teks editorial ini terdapat di majalah atau koran. Teks editorial memiliki tiga
struktur yaitu Pernyataan Pendapat
(tesis), Argumentasi, dan Penegasan Pendapat.
1. Pernyataan Pendapat (tesis),
berisi pendapat penulis
tentang masalah yang di lihat.
2. Argumentasi, bukti yang digunakan untuk memperkuat pendapatnya berupa hasil penelitian, atau fakta – fakta yang bisa dipercaya. dan
3.
Penegasan Pendapat, menguatkan kembali pendapat
yang telah disimpulkan.
Untuk mengetahui ragam informasi
yang terdapat dalam naskah maka pembaca perlu membaca secara intensif yang bertujuan agar mendapatkan informasi
dan dapat menentukan ide pokok permasalahan yang ada
dalam naskah tersebut. Langkah – langkah yang diperlukan adalah sebagai berikut
: siapkan naskah,
tandai bagian yang penting, membaca
berkali – kali, menuliskan ide pokok jika ketemu, dan yang terakhir mencatat kesimpulan.
Teks editorial menggambarkan isu aktual dan pandangan penulis
terhadap isu tersebut.
Berbagai isu terdapat
di sekitar kita sehingga kita perlu menyeleksi ketika menentukan
sebuah isu untuk disajikan dalam teks editorial. Begitu pula dengan penyajian pendapat atau pandangan terhadap isu
tersebut. Oleh karena itu, penulis teks editorial akan memulainya dengan cara mendata peristiwa-peristiwa yang
berkembang dalam masyarakat. Selain menggambarkan isu aktual dan pandangan penulis,
teks editorial menjadi sarana informasi dan edukasi
bagi publik atau pembaca.
Untuk mengetahui ragam informasi
atau permasalahan dalam teks editorial, pembaca perlu melakukan kegiatan membaca intensif. Membaca
intensif bertujuan untuk mendapatkan informasi
sebagai bahan diskusi
dan sarana menentukan sebuah pokok persoalan. Langkah-langkah membaca intensif sebagai berikut:
1.
menyiapkan naskah yang akan dibaca;
2.
memberi tanda pada bagian-bagian yang dianggap
penting;
3. membaca teks secara
keseluruhan satu atau dua kali;
4.
mencatat ide pokok setiap
paragraf; dan
5. membaca ulang teks untuk
mengkaji simpulan sementara
yang dibuat.
Lalu, bagaimana cara menyampaikan pendapat atau argumen
terhadap isu aktual
dilengkapi data pendukung dalam teks editorial?
1.
Berpikir kritis
dan logis.
2. Menjauhkan emosi dan subjektivitas.
3. Mampu memilih fakta yang sesuai
dengan tujuan dapat menarik simpulan yang sulit dibantah.
Untuk mengaplikasikan pemahaman kalian akan menyeleksi
ragam informasi sebagai
bahan teks editorial, bacalah teks beserta
uraian penjelasannya berikut.
Lupakan Perppu
KPK
Pandangan sejumlah anggota Panitia
Angket DPR yang merencanakan perlunya perppu
tentang KPK sebaiknya dilupakan. Gagasan penerbitan Peraturan Pengganti Undang-undang (Perppu) KPK, yang semangatnya melemahkan KPK atau membubarkan KPK, hanya akan memunculkan
antipati rakyat terhadap wakil rakyat, DPR, dan partai politik. Semangat
Panitia Angket untuk melemahkan PK
sudah tampak dengan upaya Panitia Angket menemui sejumlah narapidana korupsn Butir-butir kelemahan
KPK telah dikumpulkan dan akan dipakai sebagai
amunisi panitia angket untuk melemahkan KPK, apakah
lewat Perppu atau revisi UU KPK.
Ketua Panitia Angket, Agun
Gunandjar Sudarsa, mengakui dari diskusi yang berkembang di Panitia Angket memang sering keluar gagasan Perppu. Bahkan,
tak tertutup kemungkinan, Perppu KPK akan menjadi
rekomendasi Panitia Angket.
Wacana penerbitan Perppu bisa saja
menjebak Presiden Joko Widodo yang masih punya
semangat untuk memperkuat KPK, bukan justru untuk memperlemah KPK. Perppu berada
dalam
kekuasaan presiden jika negara dalam kepentingan darurat.
Secara konstitusional, Perppu bisa saja dikeluarkan presiden
dan pada sidang paripurna berikutnya dimintakan persetujuan
DPR. Bukan malah DPR yang meminta
presiden menerbitkan Perppu.
Terlepas apakah Perppu atau revisi UU KPK yang akan direkomendasikan Panitia Angket, untuk memperlemah KPK, niat Panitia
Angket akan berhadapan dengan kehendak masyarakat. Kini, KPK begitu gencar mengungkap korupsi yang melibatkan penyelenggara negara,
termasuk politisi DPR yang merugikan keuangan
negara. Wacana DPR menerbitkan Perppu untuk membubarkan KPK atau memperlemah KPK bisa dibaca publik sebagai
pemufakatan elite politik untuk melanggengkan korupsi di bumi ini
sekaligus menyelamatkan para tersangka
korupsi.
Pembelaan terhadap KPK, bukanlah
berarti Iembaga antirasuah ini tak mempunya;
kelemahan. Sebagai Iembaga dengan begitu banyak anggota, KPK tentunya
punya kelemahan, sama dengan DPR yang
juga punya banyak kelemahan. Kelemahan yang ada pada KPK bukan dalam arti Iembaga itu harus dibubarkan
atau dilemahkan mela ui hak angket DPR, melainkan KPK harus diperbaiki. Publik masih membutuhkan KPK untuk
memerangi para penjarah uang rakyat yang menyengsarakan rakyat.
Dilakukannya operasi tangkap
tangan terhadap sejumlah penyelenggara negara, seperti Dirjen Perhubungan Laut Antonius Tony Budiono, Irjen Kementerian Desa Sugito, hakim konstítusi
Patrialis Akbar, dan sejumlah panitera pengadilan, menunjukkan kerja keras KPK untuk membersihkan negeri ini dari para
pejabat rakus yang ingin memperkaya dírí sendíri. Panitia Angket DPR seyogianya tidak menjadi pelindung para
tersangka korupsi. ( Sumber: Harían Kompas, tanggal 28 Agustus 2017)
Teks di atas berísí pandangan
penulis/media tentang lupakan Perppu KPK. Pandangan media tersebut dísertaí
dengan alternatíf solusi,
yaítu bila KPK memílíki kelemahan, maka kelemahan itu
seharusnya díperbaikí bukan díbubarkan; rakyat pun masih membutuhkan KPK karena KPK memerangi para penjarah uang
rakyat yang menyengsarakan rakyat. Sementara itu, pernyataan yang menunjukkan símpulan, yaítu dengan dílakukannya
operasi tangkap tangan terhadap sejumlah
penyelenggara negara, hendaknya
Panítía Angket DPR tidak menjadí
pelindung para tersangka korupsi.
Untuk
mengidentifikasi informasi dalam teks editorial seperti di atas terdapat
beberapa langkah. Adapun
langkah-langkah tersebut adalah
sebagai berikut.
a. Kenali Sikap
atau Pandangan Media
Teks editorial 'Lupakan Perppu
KPK' diawali dari pandangan penulis media 'Harian Kompas' yang mengangkat permasalahan tersebut. Artinya,
dalam setiap teks editorial. terdapat pandangan media. Pandangan media
biasanya dimuat dalam kalimat opini. Kalimat
opin! adalah pendapat,
pikiran, ataupun pendirian. Opini belum pasti benar adanya.
Pendapat seseorang juga dapat berbeda dengan pendapat Iainnya. Suatu
pendapat semakin mendekati kebenaran
apabila ditunjang oleh fakta yang kuat dan meyakinkan. Síkap atau pandangan media dalam teks editodal
'Lupakan Perppu KPK' adalah saran untuk sejumlah anggota Panitia Angket DPR
agar melupakan perlunya Perppu
tentang KPK.
b. Kenali Tanggapan, Sindiran,
atau Kritikan dari Media
Tanggapan, sindiran, dan kritikan
merupakan alternatif pemecahan
masalah dari sikap media yang dikemukakan. Oleh karena
itu, kenali kalimat tanggapan, sindiran, dan
kritik terhadap permasalahan yang disampaikan. Kalimat tanggapan, sindiran, dan kritik dalam teks editorial
"Lupakan Perppu KPK"adaIah:
1) Pandangan sejumlah anggota Panitia Angket DPR
yang merencanakan perlunya Perppu tentang KPK sebaiknya dilupakan.
2) Gagasan penerbitan Peraturan Pengganti Undang-undang (Perppu) KPK, yang semangatnya melemahkan KPK atau membubarkan KPK, hanya akan memunculkan antipati
rakyat terhadap wakil rakyat, DPR, dan
partai politik.
3)
Perppu berada dalam kekuasaan
presiden jika negara dalam kepentingan darurat.
4) Wacana DPR menerbitkan Perppu untuk membubarkan
KPK atau memperlemah KPK bisa dibaca
publik sebagai pemufakatan elite politik untuk melanggengkan korupsi di bumi
ini sekaligus menyelamatkan para tersangka korupsi.
c. Kenali Tanggapan dari Media tentang
Permasalahan Berupa Saran
atau Rekomendasi
Dalam Kamus Besar Bahasa
Indonesia, saran adalah pendapat (usul, anjuran, cita-cita) yang dikemukakan untuk dipertimbangkan.
Sementara itu, rekomendasi adalah saran yang
menganjurkan (membenarkan, menguatkan). Oleh karena itu, kita harus
mengenali kalimat berisi saran atau
rekomendasi yang merupakan penyimpul dari pandangan atau sikap media terhadap masalah yang dikemukakan.
Alternatif solusi dari pendapat yang terdapat dalam teks editorial "Lupakan Perppu KPK"adaIah:
1) Kelemahan yang ada pada KPK bukan dalam arti Iembaga itu harus díbubarkan atau dilemahkan melalui
hak angket DPR, melainkan KPK
harus díperbaiki. (saran)
2) Publik masih membutuhkan KPK untuk memerangi
para penjarah uang rakyat yang menyengsarakan
rakyat. (rekomendasi)
d. Kenali Simpulan yang Menegaskan lsi Teks
Setelah menentukan pendapat dan alternatif solusi,
langkah terakhir adalah menyimpulkan isí teks editorial. Jadi, simpulannya adalah Panitia Angket DPR jangan menjadi pelindung
tersangka korupsi dengan gagasan ingin menerbitkan Perppu KPK.
C.
Rangkuman
Teks editorial
memiliki tiga struktur
yaitu Pernyataan Pendapat
(tesis), Argumentasi, dan Penegasan
Pendapat.
1.
Pernyataan Pendapat
(tesis), berisi pendapat
penulis tentang masalah
yang di lihat.
2. Argumentasi, bukti yang digunakan untuk memperkuat pendapatnya berupa hasil penelitian, atau fakta – fakta yang bisa dipercaya. dan
3.
Penegasan Pendapat, menguatkan kembali pendapat
yang telah disimpulkan.
D.
Latihan Soal
Bacalah teks editorial berikut
:
PASAR GEDE MENDADAK MENJADI
STUDIO FOTO
Bola lampion merah mulai menghiasi
area sekitar Pasar Gede Hardjonagara, selasa (10/1) sejak 15 hari lalu berderet lampion Solo Imlek Festival (SIF) 2568/2017 di pasang
berhadap. Festival lampion
merupakan pesta sebelum
perayaan hari imlek yang setiap tahunnya
menjadi pemantik event tahun demi tahun. Seperti tahun sebelumnya, gapura besar yang menandai pusat perayaan Tahun Baru
Imlek di Kota Bengawan tersebut juga telah berdiri. 2017 ini perhelatan SIF di mulai pada 17 januari.
Saat itu, 5000 lampion yang melayang di atas jalanan dari
ujung Gladak hingga simpang empat
Warung Pelem atau Melawai di mulai di nyalakan. Pancaran lampu yang apik di
pastikan bakal menjadi latar belakang
foto menarik. Tahun Baru Imlek di Solo selalu menjadi nuansa berbeda
di bandingkan kota lainnya.
Gelaran festival itu menjadi magnet yang memikat
pengunjung, dimulai pada 21 Januari. Grebeg
Sudiro adalah perayaan perpaduan dari masyarakat Tionghoa - Jawa yang ditandai
arak- arakan gunungan. Pawai dimulai
dari kampung Sudiro Prajan yang merupakan kawasan tempat tinggal para keturunan Tionghoa, lalu berakhir di depan Klenteng
Tien Kok Sie atau di depan Pasar
Gede.
Namun, dengan demikian
tidak hanya bola lampion yang disajikan untuk dinikmati keindahannya, melainkan ada berbagai aneka
Kuliner Tradisional dan Kesenian Tradisional
yang digelar di Pasar Gede di antai II. ”Selain bola lampion patung 12
zodiak Tionghoa tetap dihadirkan disepanjang
koridor Jendral Sudirman, ditambah enam lampion ayam sesuai shio tahun ini
yakni Ayam Api, Patung Panda, dan Dewa Uang”.
Seluruh perayaan tersebut bakal ditutup dengan lampion terbang dan pesta kembang api
pada 27 Januari malam dan area Pasar Gede menjadi Car Free Night (CFN). Selang
sepekan kemudian atau pada 5 Februari akan digelar
pemecahan Rekor Muri Kaligrafi
Aksara Jawa dikain sepanjang 500 m.
Lalu pada 11 februari akan digelar perayaan Cap Gomeh dengan kirap Tiong Barongsai. Barongsai Tripusaka yang
dimulai dari Klenteng Coyudan, barongsai Macan
Putih yang dimulai
di Klenteng Tiong
Kok Sie.
Selain event tersebut ada pula wisata Susur Kali Pepe
dengan menumpang prahu hias Tradisional.
Perahu yang hanya beroperasi setahun sekali itu bakal menempuh rute sepanjang 300 m, pengunjung bakal disuguhi taburan
lampion yang ditata rapi disepanjang
bantaran hingga melintang
di atas aliran sungai. Rangkaian
acara tersebut dapat dijadikan Agenda Liburan
Awal Tahun ini.
Jawa Pos, 2020
1.
Berdasarkan teks tersebut, apakah Sikap atau
Pandangan Media?
2.
Apakah dukungan yang disampaikan memalui editorial itu?
3.
Apakah saran media tentang
Permasalahan Berupa Saran atau Rekomendasi ?
4.
Tulislah kalimat yang berisi
fakta dalam editorial di atas!
Kunci Jawaban dan Pembahasan
|
No |
Kuunci Jawaban |
Pembahasan |
Skor |
|
1 |
Perayaan hari Imlek merupakan penarik wisatawan
dan membuat kawasan tempat perayaan menjadi
latar stodio yang menarik |
Pandangan media merupakan cara berpikir
media terhadap artikel
yang dibahas. Artikrl
tersebut berpandangan terhadap
perayaan hari Imlek
yang dapat menjadi
daya tarik wisatawan
dijelaskan pada opini yang
dikemukakan pada editorial. |
Sangat tepat = 5 Kurang tepat = 3 Tidak tepat = 0 |
|
2 |
Media
itu sangat mendukung dan menyambut
baik karena perayaan itu dapat
menjalin keakraban di antara warga agama dan latar belakang daerah
tersebut |
Isi
teks editorial merupakan pandangan
atau tanggapan dari penulisnya
mengenai isu aktual yang sedang
terjadi atau mendapat banyak perhatian dari
masyarakat. |
Sangat tepat = 5 Kurang tepat = 3 Tidak tepat = 0 |
|
3 |
Acara itu dapat
diagendakan setiap liburan awal
tahun |
Editorial memuat saran yang disampaikan
kepada pihak yang terkait,
sehingga dapat lebih bermanfaat. |
Sangat tepat = 5 Kurang tepat = 3 Tidak tepat = 0 |
|
4 |
Bola
lampion merah mulai menghiasi area
sekitar Pasar Gede Hardjonagara,
selasa (10/1) sejak 15 hari lalu berderet lampion Solo Imlek Festival (SIF) 2568/2017 di pasang
berhadap. |
Fakta
merupakan pernyataan yang berisi
data-data yang dapat dipercaya
kebenarannya seperti peristiwa
perayaan hari Imlek dalam editorial tersebut |
Sangat tepat
= 5 Kurang tepat = 3 Tidak
tepat = 0 |
E.
Penilaian Diri
Bagaimana kalian sekarang?
Setelah kalian belajar bertahap dan berlanjut melalui
kegiatan belajar 1 dan 2, berikut diberikan
tabel untuk mengukur diri kalian terhadap materi yang sudah kalian pelajari. Jawablah sejujurnya terkait dengan
penguasaan materi modul ini, dan Isilah tabel refleksi diri terhadap pemahaman materi di tabel berikut
dan (Centanglah).
Tabel Refleksi Diri Pemahaman
Materi
|
No |
Pertanyaan |
Ya |
Tidak |
|
1. |
Apakah kalian telah memahami cara mengidentifikasi isi teks editorial? |
|
|
|
2. |
Apakah kalian telah memahami pendapat penulis pada teks editorial? |
|
|
|
3. |
Apakah kalian memahami alternatif solusi pada teks editorial? |
|
|
|
4. |
Apakah kalian memahami simpulan dalam teks editorial? |
|
|
|
5. |
Dapatkah kalian mengenali ragam
penulisan pada
teks editorial? |
|
|
Jika menjawab “TIDAK” pada salah satu pertanyaan di
atas, maka pelajarilah kembali materi
tersebut dan pelajari ulang kegiatan belajar 1, 2, yang sekiranya perlu kalian
ulang. Jangan putus asa untuk mengulang lagi!.Dan apabila kalian menjawab
“YA” pada semua pertanyaan, maka lanjutkan berikut.
Setelah kalian
menuliskan penguasaanmu terhadap materi teks editorial, lanjutkan kegiatan berikut untuk mengevaluasi penguasaan kalian!
Ari Widya Wati (04)
BalasHapusXII IPS 2
Nama: Fariska eka wahyu nur khalimah
BalasHapusKelas: XII-IPS 1
No.absen: 15
Nama : imroatul latifah
BalasHapusKelas : XII IPS3
No abs: 13
NAMA: FIFIN HIDAYATUL KHASANAH
BalasHapusNOMER ABSEN:09
KELAS:XII IPS 3
Eka Dian Fitriana
BalasHapus(08)
XII Agama
Fimala Alvi Nur W.
BalasHapusXII IPS 1
16
seila aulia firnanda
BalasHapusXII IPS 2 (24)
Dina Oktavia Trisnawati
BalasHapusXII IPS 1
12
Melysa firdiana
BalasHapusXII ips1
22
Silvia ismandari
BalasHapusXII-IPS 3
25
Silvi Maslakhatul Ummah
BalasHapusXII Agama
Riska triwulandari
BalasHapusXII IPS 1
30
Intan nur fadilah
BalasHapusXII IPS 1
17
icha vebyola
BalasHapusXII ips3
12
Dessy nur anggraini
BalasHapusXII IPS3
06
Moh Aditya DavaUdin
BalasHapusXII IPS3
19
HADIR
Nama : Della Fima Febrianti
BalasHapusKelas :XII agama
No absen :04
Cantika nadifa
BalasHapus08
12ips 1
Alvi sabilatunazidah
BalasHapusXll-ips3
05
HADIR
Intan Uswatun khasanah
BalasHapus12 ips1
18
MOCHAMMAD.FACHRUDDIN
BalasHapus15
XII.IPS2
FEBRIANA FRANSISCA_07
BalasHapusXII IPS 2
HapusChantika Intan Margaretha_06
BalasHapusAkhmad Baihaqi
BalasHapus12 IPS 3
(01)
Nur ainul yaqin (20)
BalasHapusXII AGAMA
Amalia Safira Khoirunnisa'
BalasHapusXII IPS 1
05
Intan Febriani XII-IPS3 14
BalasHapusSurya Tri Kusbianto Xll-IPS 3 (28)
BalasHapusMelinda Putri Anggraeni_XII AGAMA_17
BalasHapusNama: Mochamad Nasrullah Arun Darussalam
BalasHapusKelas:XII IPS 3
Absen:17
Latifatu nur fadhilah
BalasHapusXii ips 1
20
Dheany tsania febriani
BalasHapusXII IPS 1
11
Rohmatin ika sugiarti
BalasHapusXII IPS 2
21
Septi ningtias
BalasHapusXll ips 1
31
Derik wenXII IPS 1
BalasHapusMiftakhus Sa'adah _18_XII agana_hadir
BalasHapusRoikhatul Jannah
BalasHapusXII IPS 2
22
Nadia fitaloka
BalasHapusXII IPS 3
23
Umy qoridatus sa'adah (24) _XII Agama
BalasHapusZiyadatun Nikmah (27)
BalasHapusXII Agama
Siti meilisa wati
BalasHapusXII ips 3
26
Ahmad febri sudrajat
BalasHapusXII IPS 1
03
Berliana Putri Amanda
BalasHapusXII AGAMA
03
Siti Rahmawati xll ips2 26
BalasHapusAli Mas'ud XII-IPS 2 (03)
BalasHapusSiti Nur Diana
BalasHapusXII-Agama
23
Ayu Nur Jannah (02)
BalasHapusXII Agama
Luluk lidya zulfa (12)
BalasHapus12agama
Ade Aprilia Suryaningtyas
BalasHapusXII IPS 1
02
AINUR ROFIQOH
BalasHapus12 IPS 1
04
Fais Nuraini
BalasHapusXII-Agama
10
Dimas Yoga Pratama
BalasHapusXII AGAMA 07